awalnya aku bukanlah siapa siapa. aku hanya seorang murid SMP yang pendiam dan selalu di bully oleh teman-teman. apalagi cacian dari grup "cantik", grup dimana anggotanya memiliki segalanya baik itu kecantikan, kekayaan, dan kepintaran. semua anak-anak menghormati dan menyanjung mereka. aku selalu mendapatkan cacian dari mereka karena aku cewek yang kepintaran dan kecantikan dibawah mereka tapi soal kekayaan, derajatku sama seperti mereka. aku hanya bersabar dengan keadaan ini dan menerima semua cacian mereka karena aku sadar siapa aku dan bagaimana aku. dan juga karena ada sahabatku yang akan selalu menyemangatiku dan membuatku tersenyum.
hariku-hariku di sekolah biasa saja dan begitu-begitu saja,, hanya mendapatkan pelajaran, tugas, ulangan, dan tambahannya mendapatkan ejekan. sempat aku menangisi keadaan ini tapi ada satu hal yang membuatku kuat "Allah SWT tidak menciptakan manusia dalam keadaan sempurna,, melainkan Allah SWT menciptakan manusia yang memiliki kekurangan tapi dibalik kekurangan itu pasti ada kelebihan yang tidak dimilki atau langka dimiliki oleh manusia lain". hal itu yang membuatku sadar akan kehidupan ini.
suatu hari, aku ditunjuk oleh guru untuk menjadi anggota marching band sekolah. secara otomatis grup "cantik" tidak terima karena Fila, Tristy, Fety, dan Bila tidak ada satupun yang dipilih untuk menjadi anggota marching band. mereka semua langsung menatapku dengan tatapan sinis, aku yang awalnya bahagia karena terpilih langsung menjadi menunduk ketakutan ketika melihat tatapan mereka yang sangat menyeramkan seperti hantu yang bola matanya akan terlepas.
*teeet toot* bel istirahat pun berbunyi, anggota grup "cantik" langsung mendatangi bangku dan menarikku ke tempat yang sepi dan jauh dari jangkaun mata seorang pun. teman-teman kelasku yang melihat adegan penarikan itu hanya diam seolah-olah itu bukanlah urusan mereka. saat ditempat itu, aku langsung diinterogasi seperti tersangka tindakan kriminal. satu per satu anggota "cantik" memberikan penegasan padaku dan menyuruhku untuk mengundurka diri dari marching band. aku yang tidak terima langsung menentang mereka dan berkata "aku ikut marching band karena dipilih, itu sama sekali bukan urusan kalian!" mereka semua langsung terlihat marah padaku. "kamu gk punya kaca di rumahmu ya? kamu gk lihat wajah kamu yang jelek dan buruk rupa itu dan kamu malah mengatak bukan urusan kami. jelas-jelas ini urusan kami karena tingkat kecantikan kami lebih tinggi dari kamu. kamu itu hanya sebutir upil bagi kami" kata Tristy sambil mendorongku ke tembok. semua anggota "cantik" langsung tertawa terbahak-bahak dan meninggalkankku sendirian di tempat itu. aku hanya bisa menangis di tempat itu, manangis sejadi-jadinya seakan-akan aku ingin pergi saja dari hidupku ini.
Fendy teman kelasku tak sengaja melihatku menangis, dia hanya diam membatu. andre akhirnya mendekat ke arahku dan langsung menghapus air mataku menggunakan sapu tangan miliknya. aku langsung terkejut dan memelototinya, andre hanya tersenyum dan berkata "ini pertama kalinya aku melihat kamu nangis ternyata kamu lucu juga ya kalau lagi nangis tapi aku lebih suka kamu tersenyum ketimbang kamu nangis karena ketika kamu tersenyum kamu terlihat manis dan senyumanmu itu indah banget jadi jangan nagis lagi yaa..."